Automotive and Transport

Phdi Bali Panggil Iskcon Dan Hare Krishna Terkait Polemik Di Medsos

02/21

Kebingungan yang sesungguhnya dimulai ketika nama “Hindu” digunakan untuk menunjukkan agama orang India. Kata-kata “Hindu” dan “Hinduisme” sering digunakan oleh Inggris dengan efek fokus pada perbedaan agama antara kaum muslim dan orang-orang yang menjadi dikenal sebagai “Hindu”.

  • Tokoh ISKCON di Amerika menolak tuduhan bahwa kegiatan Hare Krishna ilegal di Indonesia.
  • Diantaranya, mendesak PHDI untuk membubarkan Hare Krishna, mengeluarkan Hare Krisna dari agama Hindu dan PHDI, mencabut pengayoman PHDI terhadap ISKCON/Hare Krishna, penarikan buku-buku pelajaran siswa SD yang memuat konten Hare Krisna dan tidak sesuai dengan tradisi budaya dan kearifan lokal di Bali.
  • Prabhupada memaknai “Hindu” dalam konteks nama yang berasal dari sebutan untuk penduduk di sekitar sungai Sindhu untuk menyebut orang yang berasal dari India, atau agama yang berasal dari India.

Dengan demikian, tidak sembarang orang bisa menyebut diri mereka sebagai “Hindu” dan masih dianggap sebagai pengikut jalan Veda. Juga bisa santai setiap aktivitas dapat disebut sebagai bagian dari Hindu dan berpikir panjang dianggap sebagai bagian dari budaya Veda sejati.

Kedua, PHDI Bali juga sudah menyurati Dirjen Bimas Hindu berkaitan dengan masukan dari masyarakat terkait dengan buku pelajaran Agama Hindu yang berisi ajaran Hare Krishna yang tidak sesuai dengan ajaran agama Hindu di Bali. Sesuai dengan hasil keputusan rapat bersama tersebut, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Nyoman Kenak, dan Bendesa Madya MDA Kota Denpasar, A.A. Ketut Sudiana, meminta masyarakat khususnya umat Hindu di Kota Denpasar untuk tidak melakukan aksi turun ke jalan seperti demo atau aksi damai. Seperti diketahui, belakangan beredar pesan atau ajakan di media sosial tentang rencana aksi damai menolak Hare Krishna, Senin, 3 Agustus 2020. Kegiatan pengerahan massa dinilai akan mengganggu kondusifitas di Kota Denpasar, terlebih saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19. ” Rapat gabungan memunculkan tim mediasi, komunikasi dan kordinasi terkait polemik HK di Bali. Masukan-masukan yang kita verifikasi dan kumpulkan sudah dibawa ke pusat tanggal 30 Juli dengan langsung menghadap dan diterima pak Wisnu,” kata Sudiana. Dengan cara ini, Srila Prabhupada membedakan Kesadaran Krishna sebagai sebuah ke-universal-an, budaya dan gerakan spiritual yang dapat berdiri sendiri, sebuah bentuk Sanatana Dharma Veda yang terlepas dari kelompok agama tertentu dan perbedaan budaya. Namun, ia masih menceritakan bagaimana pastinya ada orang India dan Hindu memiliki hubungan dengan apa yang disajikan dalam gerakannya.

Ketua Umum Pdi Perjuangan, Megawati Sukarno Putri Saat Kampanye Giri.

Hal ini tidak dapat diadakan untuk kelompok atau wilayah eksklusif suatu penduduk. Beberapa dari apa yang disebut “Hindu” peristiwa-peristiwa yang tidak didukung dalam literatur Veda, dan, karenanya, harus dianggap non-Veda.

Dan ini tidak harus dan tidak seharusnya benar-benar diabaikan atau dihindari. Kita tentu saja dapat bekerja sama untuk pelestarian dan promosi budaya Veda tanpa kesulitan dengan orang-orang yang mungkin lebih suka menyebut diri mereka Hindu, mengetahui hubungan kita dengan tradisi Veda. Namun, untuk tujuan-tujuan politik dan hukum mungkin nyaman untuk terus menggunakan nama Hindu untuk sementara waktu. Sampai istilah Sanatana-dharma atau Dharma Veda menjadi lebih diakui oleh hukum internasional dan masyarakat pada umumnya, “Hindu” dapat tetap berada di belakang istilah yang digunakan untuk pawai budaya Veda. Tapi dalam jangka panjang, itu adalah nama yang akan berubah dalam arti pandangan yang berbeda-beda karena kurangnya dasar linguistik yang nyata. Hanya didasarkan pada nilai-nilai orang-orang tempat di dalamnya, makna dan tujuan akan bervariasi dari orang ke orang, budaya ke budaya, dan tentu saja dari generasi ke generasi. Kita bisa melihat bagaimana hal ini terjadi dengan orang Inggris di India.

Hare Krishna Bukan Hindu?

Sama seperti dharma dari gula adalah menjadi manis, ini tidak berubah. Dengan cara yang sama, ada Dharma tertentu atau sifat dari jiwa, yang Sanatana, atau abadi. Mengikuti prinsip-prinsip Sanatana-dharma dapat membawa kita kepada keadaan yang murni memperoleh kembali identitas rohani kita yang terlupakan dan hubungan dengan Tuhan. Dengan demikian, pengetahuan tentang Veda dan semua literatur Veda, seperti pesan Krsna dalam Bhagavad-gita, serta ajaran-ajaran Upanishad dan Purana, tidak terbatas hanya “Hindu” yang terbatas pada wilayah tertentu atas world atau keluarga kelahiran. Seperti setiap orang adalah makhluk rohani dan memiliki esensi spiritual yang sama seperti yang dijelaskan sesuai dengan prinsip-prinsip Sanatana-dharma, maka setiap orang harus diberi hak dan hak istimewa untuk memahami pengetahuan ini.

” Yang jelas, soal Hare Krishna ini dua kali sempat heboh di masyarakat. Jadi sebelum tahun 1984 itu sudah terjadi juga penyimpangan-penyimpangan yang prinsip dilakukan oleh hare krishna sehingga dibuatlah kebijakan pelarangan di seluruh Indonesia,” ungkap Putra Sukahet. Sementara itu, Majelis Desa Adat Provinsi Bali sebelumnya menginstruksikan seluruh 1.493 desa adat di Bali untuk tidak mengizinkan alias melarang Hare Krishna dan Sampradaya lainnya melakukan kegiatan ritualnya di setiap pura, fasilitas pedruwen desa adat, dan atau fasilitas umum yang ada di wewidangan desa adat. Polemik ISKCON Hare Krishna dalam pesangkepan yang diperluas bersama seluruh MDA Kabupaten/Kota Se-Bali, di Sekretariat Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Niti Mandala Denpasar, 5 Agustus 2020 lalu. Menurut Adi Wiryatama, ada beberapa pertimbangan DPRD Bali atas sikap tegas terhadap keberadaan Hare Krishna. Dari beberapa penelusuran fakta-fakta di lapangan, keberadaan Hare Krishna selama ini kerap menimbulkan persoalan dan kegaduhan.

Jadi mohon dengarkan dan baca semua tentang sri krishna dari vaisnava bonafid dan sastra2 yang terjamin. Ingatlah sekarng adalah zaman kali, raksasa sekalipun lahir menjadi brahmana untuk menyamarkan dan menghancurkan kebenaran. Pada 22 Juli 2020 kemarin, PHDI Bali sempat menggelar mediasi terkait dengan polemik Hare Krishna di Bali. Hasilnya, waktu itu ada wacana yang disampaikan oleh pihak Hare Krishna bahwa mereka tidak akan lagi mengadakan kegiatan di tempat umum atau diluar asram sehingga tidak mengundang polemik di masyarakat.

Jadi, akan ada pelestarian masalah dengan nama dan mengapa beberapa orang dan kelompok tidak akan mau menerimanya. Oleh karena itu, jalan spiritual Veda lebih tepat disebut Sanatana-dharma, yang berarti abadi, pendudukan jiwa yang tidak berubah dalam hubungannya dengan Yang Mahatinggi.

Ini dilakukan dengan niat yang agak sukses menciptakan gesekan di kalangan masyarakat India. Hal ini sesuai dengan kebijakan Inggris atas pembagian dan aturan untuk membuatnya lebih mudah bagi mereka yang terus berkuasa atas negeri itu. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si mengatakan, berdasarkan hasil rapat Tim Komunikasi, Mediasi dan advokasi PHDI Bali dengan Ormas Keagamaan Hindu dan ISKCON pada hari Rabu tanggal 22 Juli 2020 terkait polemik Hare Krisna di media sosial. Saya ingin meluruskan disini, bnyak orang yang tersesat dalam mengikuti ajaran krishna yg diplokamirkan oleh saibaba. Bnyak hal yang dikatakn saibaba menyimpang dari bhagawad gita dan vaisnava besar word play here tidak mengakuinya sebagai awatara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *